Kamis, 14 Januari 2016

Cerpen Cinta Berujung Maut

‘’CINTA BERUJUNG MAUT’’
            Pagi yang sejuk suara burung berkicau dipohon jambu yang tingginya kurang lebih 2 meter. Disekeliling pohon itu terdapat bunga-bunga indah dan tanahnya ditumbuhi rumput-rumput seperti layaknya rumput di tanah kota. Yang semua itu terdapat di halaman rumah pak Ahmad. Ya pak Ahmad .
            Pak Ahmad memiliki 2 orang anak, ia bernama Sarah, dan Aliando. Suatu ketika musibah menimpa pak Ahmad, istri dan anak  perempuannya meninggal, akibat kecelakaan hebat di tikungan lalu lintas. Sejak kepergian ibunda dan adiknya, Aliando menjadi anak yang buruk akhlaknya padahal ia sudah beranjak dewasa yang menduduki banggku kelas 3 SMA kala itu Ujian Nasional sudah tinggal 2 Minggu lagi.
            Aliando sangat tidak berakhlak terhadap ayahnya, dan ayahnya sering mendapat teguran dari warga, akibat Aliando sering kepergok membawa wanita ke tempat salah satu sahabatnya bernama Joko. Itulah yang membuat ayahnya khawatir, di masa SMA kelas 3 ini ayahnya takut anaknya terjebak ke dalam jurang kemaksiatan.
            Aliando memiliki pacar  bernama Erin yang satu sekolah, akan tetapi berbeda kelas. Sekolahnya bernama SMA 1 Kerja Bakti, sekolah itu sangat bersih dan terdapat taman yang hijau, waktu itu tepatnya hari Senin sepulang sekolah. Aliando dan Erin duduk ditaman sekolah. Erin ingin meminta pertanggung jawaban terhadap Aliando,karena waktu di rumah sahabatnya mereka berbuat layanknya suami istri yang peristiwa itupun berlangsung 2 bulan yang lalu .
Erin berkata’’ sayang aku mau jujur dengan kmu sayang, tapi aku berharap kamu jagan marah’’ Ungkap erin.
Lalu Aliando menjawab ‘’iya sayang kmu mau bilang apa,aku tidah marah kok’’ sambil menatap wajah Erin. Kemudian Erin melangsungkan pembicaraannya.
Erin berkata ‘’sayang ingatkan waktu kita berbuat di tempat Joko, sayang aku hamil sekarang bayinya sudah berumur 1 bulan 2 hari ‘’.
Sontak Aliando pun kaget, ia berkata ‘’apa hamil……pokoknya aku gak mau tau, kamu harus gugurin bayi kandungan itu , kita kan bentar lagi Ujian Nasional…masa kamu hamil ‘’ungkap aliando.

Erin berkata dengan penuh kesal, berhubung di taman sepi ia pun menangis. Mendengar  perkataan Aliando, ia menjawab dengan gagap ‘’Tapi…tapi….waktu kita berbuat kamu janji mau tanggung jawab’’.
 Sontak dengan nada yang keras Aliando meninggalkan Erin. Aliando berkata ‘’halah bodo pokoknya gugurin, aku gak mau tau’’.
 Merekapun meninggalkan taman dengan masing-masing membawa motor, akan tetapi Erin masih duduk di taman. Ia bingung apa yang harus ia hadapi, ketika itu Aliando pulang dengan membanting tas.
Aliando datang tanpa salam dan berkata  ‘’ayah…ayah…’’ ia memanggil ayahnya, karena sedang sholat ayahpun  tidak menjawab. Terdengar suara bantingan ‘’gubrakkk….’’ Ayah kaget dan menghampiri Aliando.
Lalu berkata ‘’ada apa nak kenapa kamu marah-marah’’, Aliando menjawab ‘’halahh…..saya butuh ketenangan  ayah’’.
 Ayahpun kembali berkata ‘’nak mending kamu sholat dulu nak’’. Tanpa memikirkan ayahnya ia membuka tutup nasi dan langsung membanting makanan yang ada.
Aliando berkata ‘’halah…makanan apa ini, udah gak enak gak bergizi’’. Aliando membanting makanan itu dan iapun langsung pergi.
Ayah berkata ‘’Ya Allah nak Astagfirullahhaladzim nak,Ya Allah ampuni dosa anakku, berilah ia hidayah agar menuju ridhomu..’’
            Aliando pergi dan entah kenapa ia menuju ke masjid dan mengambil air wudhu, ia bertadarus, dan pada saat itu, rahmat dan hidayah Allah diturunkan kepadanya.
Selesai mengaji ia pun berdoa ‘’Ya Allah tiada daya dan upaya, hamba ingin mengadu kepadamu Ya Allah, hamba melakukan zina yang itu dosa besar Ya Allah, berilah aku petunjukmu, untuk bertanggung jawab terhadap Erin, Ya Allah sungguh engkau memberi ujian sesuai kemampuan hambamu, Ya Allah terimalah ppintu taubatku’’.
            Selesai berdoa Alaindo berinisiatif untuk menelpon Erin dan akan melakukan tanggung jawab terhadap perbuatannya, akan tetapi waktu ia metelpon, itu ternyata polisi yang berbicara, bahwa Erin masuk rumah sakit ia pun tewas karena kecelakaan motor, Aliando pun terkejut sontak hp yang dipakainya ia banting dan ia pun menjerit.


Lalu berkata ‘’aaaaahhhhh….ini semua salahku. Ya Allah ampuni aku’’. Sambil menangis ia pun beranjak ke rumah sakit melihat jasad Erin yang penuh dengan darah, waktu demi waktu ia lewati dan setelah pemakaman Erin selesai, Aliando bercerita kepada ustadz dan ayahnya, ustadz menasihati Aliando untuk bertaubat begitupun dengan ayahnya dan Aliando pun bertaubat dan kembali kejalan yang diridhoi oleh Allah Swt.
Akhirnya Aliando lulus Ujian Nasional dengan nilai terbaik ia pun senantiasa bersyukur kepada Allah SWT,Karena ia masih diberi kesempatan untuk bertaubat.



Terima kasih semoga bermanfaat

0 komentar:

Posting Komentar

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html