Assalamua’laikum Wr.Wb.
1.Abdurahman Muas Alghifari Sebagai Pak Eeb
2.Joko Ardiwan Sebagai Joko Anak idiot Pak Eeb
3.Al Haris Eza Sebagai Eza Anak Pak Eeb
4.Afandi Radefa Sebagai Anak Berandalan
5.Amin Nuh Sebagi Anak Berandalan
6.M.Faqih Sebagai Perawat 1
7.Elang Furqon Sebagai Perawat 2
8.Khoirul Ahmadi Sebagai Pembeli
SEDIKIT TAPI BERMAKNA
Suatu hari disebuah desa terletak di kotabumi bettah, dimana desa tersebut adalah desa yang nyaman. Didesa itu musim sebuah kesenian yaitu pamornya Batu Akik seperti Batu bacan,Sungai Dareh,dan batu kecubung Ulung.Pada saat itu ada sebuah keluarga pak Eeb sebagai tukang bangunan dan sebagai pengrajin batu akik. Pak Eeb mempunyai 2 orang anak bernama Joko ber umur 12 tahun dan Al Haris Eza berumur 19 tahun,Joko anak yang mempunyai keterbelakangan mental dan Al Haris Eza adalah anak yang durhaka kepada Sang Ayah.
Hadirin yang berbahagia inilah dia penampilan drama dari sanggar budaya Al- Ma’sum 2, Rohis Man 1 Lampung Utara .
Pak Eeb : Haduh-haduh pie iki mau nukang kok males tenan yo mana sendok semenku hilang lagi, masak aku nukang pakai sendok makan yo ora etislah, mana sakit pinggang ,sakitnya tuh disini (Nyanyi Sakitnya Tuh disini ),Hah sudah nyanyi dari pada nukang mending aku gosok batu akik ,Tapi sebelum itu aku mending nyapu ( sambil Bilang Maju mundur cantik).Wah sudah bersih mending aku mulai gosok batu Akik.
Joko : ( Joko datang Sambil Membawa hewan peliharaan kemudian ia bermain dengan hewannya ) ia berkata “bapak hewan ku bagus yah aku gemes dengan hewannya”.
Pak Eeb : Ya Allah anakku,mending kamu bantu bapak buat kerajinan batu akik.Setelah selesai kan bisa kamu jual nak,lumayan buat keridit Avanza.
Joko : Bapak ini ganggu aku saja,yasudah aku bantuin gosok batu akiknya ya pak.
Ketika sedang asik membuat kerajinan batu akik datang Al Haris Eza menghampiri ayah dan meminta uang untuk berjudi …
Eza : Woy.woy.uang.uang.uang, cepet saya sudah ditunggu kawan saya ,ditunggu bermain judi saya udah gak sabar ingin mengalahkan mereka dalam bermain judi.hahaha ( Sambil Tertawa ).
Pak Eeb : Ya Allah nak,Kamu ini bukannya bantu bapak buat kerajinan malah kamu minta uang nak untuk bermain judi lagi,Ya Allah…
Eza : Halah Banyak Omong mana uangnya ( Sambil Merogoh Kantong Ayah dan Eza langsung meninggalkan ayah).
Pak Eeb : Ya Allah semoga Anakku engkau beri Hidayah dan bertaubat kembali kejalan lurusmu.(Sambil membuat batu akik ) Tak lama kemudian ia berkata “ nak Joko kamu segera rapihkan bajumu sholat Zuhur nanti bapak menyusul”.
Joko : Iya Bapak ( Joko pun pergi dan pak eeb pun pergi untuk melaksanakan sholat Zuhur).
Setelah selesai sholat Zuhur Pak Eeb kembali membuat kerajinan batu akik dan pada saat itu datang Eza ,Amin, dengan Gagahnya bermain judi didepan teras rumah Pak Eeb dan pada saat itu Afandi datang ikut bermain judi.
Eza : Minggir .saya maun bermain judi disini ( Sambil memegang pundak pak eeb).
Pak Eeb : Ya Allah nak.
Tanpa memikirkan perkataan ayahnya ia tetap melanjutkan permainannya,tak lama kemudian Ahmadi datang ingin membeli batu akik.
Ahmadi : Pak, aku mau beli batu akik sungai dareh ada gak pak?.
Pak Eeb : Ada nak,harganya Rp.500.000;?
Ahmadi : Iya pak saya bayar ,ni uangnya pak mereka kok bermain judi pak.
Pak Eeb : Iya nak mereka susah dibilangin,padahal judi ,minum minuman ,mengundi nasib dengan anak panah itu tidak baik nah,agama telah melarang itu semua ,bapak berharap kamu sebagai pemuda hendaknya patuh kepada agama nak.
Ahmadi : Iya bapak terimakasih atas nasihatnya.Pak mending kita senam dulu pak bapak kan capek.
Pak Eeb : Iya nak pegel juga nih ( Mereka pun senam pinguin kemudian joko juga ikut senam,tanpa sengaja , Eza, Amin, ,dan Afandi ikut senam dengan gaya mabok ).
Setelah senam Ahmadi pergi dan Jokopun membereskan tempat bapaknya berkerja.
Ahmadi : Pak Saya Pulang yah, Assalamualaikum ?
Bapak Eeb : Iya nak,Wa’laikumsalam,Nak joko sudah sore mending kamu bentu bapak membersihkan tempat bapak berkerja bapak mau pergi tempat pak Rt,kamu jangan lupa kasih makan ternak,bapak juga ingin menasehati Amin supaya mereka sadar.
Joko : Iya bapak ( Joko pun pergi )
Pak Eeb : Astaqfirullahala’zim anakku percuma kalian sekolah tetapi kalian suka berjudi,,istigfar nak bapak gak mau diantara kalian ada yang berkalahi karena judi itu perbuatan syaitan nak,,bertaubatlah sebelum Allah mencabut nyawa kalian,sebelum Allah menutup taubat kalian nak,,ayo nak beribadahlah.
Alhariz : Halah ,mending bapak ikut minum nih ,,,(sambil memberi minuman kepada Pak eeb).
Pak Eeb : Astaqfirullahala’zim yasudah bapak tidak bisa berbuat apa apa bapak mau pergi karena diundang rapat pak RT.
Eza : Halah dasar,Sana pergi jangan ganggu saya ( sambil menunjuk kepala bapaknya).Akhirnya pak Eeb pun pergi meniggalkan mereka.
Permainan judi pun berlangsung,ketika itu terjadi cekcok diantara mereka,dan Amin pun tanpa sengaja menusuk dengan pisau lalu dengan penyesalan merekapun meninggalkan Eza.
Amin : Eza jangan sekilit kamu maenya ( sambil marah )
Afandi : Ia kamu ini curang bener maenya.
Eza : Hey kalian itu yang tidak menerima kekalahan .
Amin : Dasar kurang ajar banyak omong aku bunuh kamu,rasaan ini.
Pertumpahan darahpun terjadi Eza luka parah dibagian perut sedangkan temannya pergi meninggalkan ia , pada saat itu , bapak Eeb pulang kerumah melihat Amin berdarah,Ia pun memenggil Joko dan menyuruh Joko menelpon ambulan untuk membawa Eza kerumah sakit.
Pak Eeb : Astaghfirullahaladzim , anakku Eza , engkau telah sekarat nak, ini pasti karena kamu main judi .Joko kemari nak ?.
Joko : Iya pak,?
Pak Eeb : Kakak mu nak,telfon ambulan?
Joko : Iya Pak ? Halo ambulan datang ke kotabumi kakak saya dibunuh cepat.( Tidak lama kemudian 2 orang pun Datang )
Perawat 1 : Ada apa pak ,ada yang bisa saya bantu?.
Joko : Tolong bawa kakak saya kerumah sakit pak.?
Perawat 2 : Iya baik kami segera membawa kerumah sakit ?.
Pak Eeb : Iya tolong cepat saya tidak mau anak saya parah.
Perawat : Iya bapak?
Perawat pun mengangkat Eza tim ambulanpun berkelahi didepan pak Eeb gara gara mereka salah posisi dalam mengangkat Eza.
Perawat 1 : Wah yang bener dong .
Perawat 2 : Kamu itu yang bener .
Pak Eeb ; Sudah tolong anak saya cepat bawa kerumah sakit.
Perawat 1 : Iya baik bapak
Sebelum sempat dibawa Eza pun meninggal ditempat disinilah pak Eeb mengalami kesedihan yang amat mendalam.
Pak Eeb : ia nak ... inilah nasihat bapak pada waktu itu ia tidak menerima nasihat bapak , padahal bapak berulang kali menasihatinya ... nak semoga kalian tidak seperti amin , semoga kalian menjadi anak yang sholeh , kalau begitu kita angkat jenazah nya nak? ,..
Perawat 1 : mari pak ?.
Setelah itu mayat Eza diangkat dan dikuburkan , dan pak eeb pun merasa sedih karna ketika Eza muda ia selalu berbuat keburukkan . Demikianlah cerita singkat drama islam dari Sanggar Budaya Al- Ma’sum 2 (Rohis Man 1 lampung Utara).
Semoga bermanfaat.
Wassalamua’laikum.Wr.Wb.
0 komentar:
Posting Komentar