‘’CINTA
BERUJUNG MAUT’’
Pagi
yang sejuk suara burung berkicau dipohon jambu yang tingginya kurang lebih 2
meter. Disekeliling pohon itu terdapat bunga-bunga indah dan tanahnya ditumbuhi
rumput-rumput seperti layaknya rumput di tanah kota. Yang semua itu terdapat di
halaman rumah pak Ahmad. Ya pak Ahmad .
Pak
Ahmad memiliki 2 orang anak, ia bernama Sarah, dan Aliando. Suatu ketika
musibah menimpa pak Ahmad, istri dan anak
perempuannya meninggal, akibat kecelakaan hebat di tikungan lalu lintas.
Sejak kepergian ibunda dan adiknya, Aliando menjadi anak yang buruk akhlaknya
padahal ia sudah beranjak dewasa yang menduduki banggku kelas 3 SMA kala itu
Ujian Nasional sudah tinggal 2 Minggu lagi.
Aliando
sangat tidak berakhlak terhadap ayahnya, dan ayahnya sering mendapat teguran
dari warga, akibat Aliando sering kepergok membawa wanita ke tempat salah satu
sahabatnya bernama Joko. Itulah yang membuat ayahnya khawatir, di masa SMA
kelas 3 ini ayahnya takut anaknya terjebak ke dalam jurang kemaksiatan.
Aliando
memiliki pacar bernama Erin yang satu
sekolah, akan tetapi berbeda kelas. Sekolahnya bernama SMA 1 Kerja Bakti,
sekolah itu sangat bersih dan terdapat taman yang hijau, waktu itu tepatnya
hari Senin sepulang sekolah. Aliando dan Erin duduk ditaman sekolah. Erin ingin
meminta pertanggung jawaban terhadap Aliando,karena waktu di rumah sahabatnya
mereka berbuat layanknya suami istri yang peristiwa itupun berlangsung 2 bulan
yang lalu .
Erin berkata’’ sayang
aku mau jujur dengan kmu sayang, tapi aku berharap kamu jagan marah’’ Ungkap
erin.
Lalu Aliando
menjawab ‘’iya sayang kmu mau bilang apa,aku tidah marah kok’’ sambil menatap
wajah Erin. Kemudian Erin melangsungkan pembicaraannya.
Erin berkata
‘’sayang ingatkan waktu kita berbuat di tempat Joko, sayang aku hamil sekarang
bayinya sudah berumur 1 bulan 2 hari ‘’.
Sontak Aliando
pun kaget, ia berkata ‘’apa hamil……pokoknya aku gak mau tau, kamu harus gugurin
bayi kandungan itu , kita kan bentar lagi Ujian Nasional…masa kamu hamil
‘’ungkap aliando.
Erin berkata
dengan penuh kesal, berhubung di taman sepi ia pun menangis. Mendengar perkataan Aliando, ia menjawab dengan gagap
‘’Tapi…tapi….waktu kita berbuat kamu janji mau tanggung jawab’’.
Sontak dengan nada yang keras Aliando
meninggalkan Erin. Aliando berkata ‘’halah bodo pokoknya gugurin, aku gak mau
tau’’.
Merekapun meninggalkan taman dengan
masing-masing membawa motor, akan tetapi Erin masih duduk di taman. Ia bingung
apa yang harus ia hadapi, ketika itu Aliando pulang dengan membanting tas.
Aliando datang
tanpa salam dan berkata ‘’ayah…ayah…’’
ia memanggil ayahnya, karena sedang sholat ayahpun tidak menjawab. Terdengar suara bantingan
‘’gubrakkk….’’ Ayah kaget dan menghampiri Aliando.
Lalu berkata
‘’ada apa nak kenapa kamu marah-marah’’, Aliando menjawab ‘’halahh…..saya butuh
ketenangan ayah’’.
Ayahpun kembali berkata ‘’nak mending kamu
sholat dulu nak’’. Tanpa memikirkan ayahnya ia membuka tutup nasi dan langsung
membanting makanan yang ada.
Aliando berkata
‘’halah…makanan apa ini, udah gak enak gak bergizi’’. Aliando membanting
makanan itu dan iapun langsung pergi.
Ayah berkata
‘’Ya Allah nak Astagfirullahhaladzim nak,Ya Allah ampuni dosa anakku, berilah
ia hidayah agar menuju ridhomu..’’
Aliando
pergi dan entah kenapa ia menuju ke masjid dan mengambil air wudhu, ia
bertadarus, dan pada saat itu, rahmat dan hidayah Allah diturunkan kepadanya.
Selesai mengaji
ia pun berdoa ‘’Ya Allah tiada daya dan upaya, hamba ingin mengadu kepadamu Ya
Allah, hamba melakukan zina yang itu dosa besar Ya Allah, berilah aku
petunjukmu, untuk bertanggung jawab terhadap Erin, Ya Allah sungguh engkau
memberi ujian sesuai kemampuan hambamu, Ya Allah terimalah ppintu taubatku’’.
Selesai
berdoa Alaindo berinisiatif untuk menelpon Erin dan akan melakukan tanggung
jawab terhadap perbuatannya, akan tetapi waktu ia metelpon, itu ternyata polisi
yang berbicara, bahwa Erin masuk rumah sakit ia pun tewas karena kecelakaan
motor, Aliando pun terkejut sontak hp yang dipakainya ia banting dan ia pun
menjerit.
Lalu berkata
‘’aaaaahhhhh….ini semua salahku. Ya Allah ampuni aku’’. Sambil menangis ia pun
beranjak ke rumah sakit melihat jasad Erin yang penuh dengan darah, waktu demi
waktu ia lewati dan setelah pemakaman Erin selesai, Aliando bercerita kepada
ustadz dan ayahnya, ustadz menasihati Aliando untuk bertaubat begitupun dengan
ayahnya dan Aliando pun bertaubat dan kembali kejalan yang diridhoi oleh Allah
Swt.
Akhirnya Aliando
lulus Ujian Nasional dengan nilai terbaik ia pun senantiasa bersyukur kepada
Allah SWT,Karena ia masih diberi kesempatan untuk bertaubat.